Ticker

6/recent/ticker-posts

Sambut Tahun Baru, LESBUMI Gelar Festival Jamjaneng


Kebumen(12/6)- Menyambut Tahun Baru 1448 Hijriyah, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kebumen akan gelar Festival Jamjaneng se-Kabupaten Kebumen.

Hal ini dibenarkan Ketua Lesbumi Putut Ahmad Su'adi SHum.

"Iya, Lesbumi akan selenggarakan festival jamjaneng. Ini dalam rangka menyambut Tahun Baru 1448 Hijriyah", jelas Putut Ahmad Su'adi SHum.

"Ini sekaligus sebagai upaya melestarikan seni budaya Islami yang hidup di tengah komunitas warga NU Kebumen", imbuhnya.

Festival Jamjaneng akan digelar dua hari, Sabtu-Ahad 20-21 Juni 2026. Tempatnya di kompleks kampus IAINU Kebumen. Kegiatan mengusung tema 'Merawat Tradisi, Menjaga Harmoni untuk Menguatkan Jam'iyah'.

Peserta festival dari grup-grup jamjaneng yang direkomendasi MWCNU setempat. Tiap MWCNU dapat mengirim maksimal tiga grup. Akan tetapi, Panitia akan menutup pendaftaran apabila pendaftar sudah mencapai 52 grup. Adapun tiap grup maksimal 12 personil (pria/wanita/campuran).

Lagu wajib Sholawat Allohuma atau Digdoyo Endi. Ditambah satu lagu pilihan berupa sholawat atau lagu nasihat. Sedangkan alat musik khas alat musik jamjaneng tradisional, dan tidak diperkenankan menggunakan alat musik moderen/elektronik. Kostum menyesuaikan. Penilaian mencakup vokal/suara, aransemen musik, dan penampilan/adab.

Pendaftaran dibuka 12 sampai 19 Juni 2026 di Sekretariat PCNU Kebumen. Rencananya Panitia menyiapkan hadiah untuk juara 1,2,3 dan juara harapan 1,2,3.

Menurut sejarah jamjaneng di Kebumen dikembangkan oleh tokoh KH Jamjani  pada abad 19. Ini sekitar seratus tahun yang lalu. Dari nama beliau kemudian dikenal nama 'jamjaneng'. Selanjutnya dikembangkan para santri/murid beliau. Sekarang ini diperkirakan 400an grup jamjaneng tersebar di wilayah Kabupaten Kebumen. Syair lagunya biasanya berupa sholawat dan pujian, serta nasehat kehidupan. Selain berfungsi syiar Islam, jamjaneng juga menjadi ajang silaturahim warga.(*)