LTMNU(6/7)- Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Buluspesantren Kebumen akan selenggarakan Pelatihan Kader Penggerak Masjid Mushola Nahdlatul Ulama (PKP-MMNU). Acara rencana akan digelar Ahad 26 Juli 2026 atau 11 Shafar 1448H. Keputusan ini termaktub dalam rapat Lailatul Ijtima' MWCNU bersama Ranting NU dan Lembaga-Banom NU se-Kecamatan Buluspesantren di gedung MWCNU Bulsupesantren (5/7/2026).
"Iya, insyaallah MWCNU Buluspesantren akan gelar PKP-MMNU", ungkap Muklas SPdI Sekretaris MWCNU Buluspesantren.
MWCNU Buluspesantren mengelola 21 Ranting NU (desa). Yaitu, Ambalkumolo, Ampih, Arjowinangun, Ayamputih, Brecong, Banjurpasar, Banjurmukadan, Buluspesantren, Bocor, Indrosari, Jogopaten, Klapasawit, Maduretno, Rantewringin, Sangubangu, Setrojenar, Sidomoro, Tambakrejo, Tanjungrejo, Tanjungsari, dan Waluyo. Tiga desa berada di wilayah pesisir Samudera Indonesia, yaitu, Ayamputih, Brecong, dan Setrojenar. Ketiga desa ini memiliki obyek wisata pantai. Bahkan di Brecong dikenal terdapat situs petilasan Joko Sangkrib tokoh penting dalam kesejarahan Kebumen.
Di wilayah ini terdapat sejumlah situs relijius. Diantaranya Masjid Nurul Huda Desa Bocor. Masjid ini dipercaya berdiri pada tahun 1819 di era Mataram. Di Desa Buluspesantren terdapat situs makam Syekh Muhammad Yusuf atau Syekh Maulana Yusuf yang lazim menjadi tempat ziarah. Situas lain diantaranya makam Syekh Marwan Ali Menawi di Desa Banjarsari dan makam Syekh Mubin di Desa Ayamputih.
Menurut BPS Kebumen, penduduk di wilayah Buluspesantren sekitar 62.958 jiwa, dan 60% berada pada usia produktif. Terdapat 89 RW dan 290 RT. Matapencaharian diantaranya di sektor pertanian, perikanan, UMKM, dan jasa. Jumlah masjid 71 buah dan mushola (langgar) 206 buah.(*)
