(LTMNU(10/2)-
Setiap kampus NU lazim memiliki masjid atau mushola kampus, termasuk kampus B Universitas
Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) di wilayah Jemursari Wonocolo. Masjid kampusnya
mungil, terletak di sudut barat daya kompleks Unusa kampus B. Tepatnya di
lantai dua.
Masjid
mungil ini berukuran sekitar 72 meter persegi. Bangunannya dari kayu. Bersih
terawat dengan tata ruang yang rapi. Masjid ini dimanfaatkan dosen, tendik, dan
mahasiswa Unusa untuk menuaikan sholat. Di bawah bangunan masjid berupa ruang
terbuka. Sejumlah mahasiswa memanfaatkannya untuk mengerjakan tugas, diskusi,
dan sekedar rehat. Lingkungan sekitarnya rapi dan asri.
Di
Unusa kampus B diselenggarakan Seminar dan Arjunu Awards, Selasa (10/2/2026).
ARJUNU merupakan organisasi Asosiasi Relawan dan Pengelola Jurnal Perguruan
Tinggi Nahdlatul Ulama, organisasinya para pegiat jurnal kampus NU se-Indonesia
di bawah binaan Lembaga Perguruan Tinggi (LPT) PBNU. Hadir ratusan utusan LPPM
dan pengelola jurnal dari Jawa Timur, Madura, Jawa Tengah, Lampung, dan
lainnya. Termasuk dari IAINU Kebumen yang diwakili Sukataman dan Agus Salim. Di
masjid ini banyak peserta seminar memanfaatkan untuk sholat.
Meskipun
tergolong masih baru, organisasi pimpinan Dr Fifi Khoirotul Fithriyah MPd ini
sudah menggelar Arjunu Awards yang perdana. Kegiatan diselenggarakan di Lantai
9 kampus B Unusa. Melalui Arjunu LPTNU memberikan penghargaan sertifikat dan uang pembinaan
kepada sejumlah jurnal yang berhasil terindeks Scopus dan Sinta 1. Apresiasi
juga diberikan kepada jurnal-jurnal Sinta 2,3, dan 4, termasuk dari IAINU
Kebumen.
Seminar
mengambil tema Sinergi PTNU melalui Peran LPPM dan Pengelola Jurnal. Dalam
sambutannya Rektor Unusa Prof Dr Ir Triyogi Yuwono DEA IPU ASEAN ENG mengingatkan pentingnya
jurnal kampus untuk peningkatan reputasi kampus di era global. Hal senada juga
disampaikan Pembina Arjunu Ali Formen Meng PhD. Ali Formen meminta pegiat
jurnal untuk berkolaborasi saling menguatkan antar-jurnal PTNU sekaligus
menjadi bukti nyata reputasi kampus di era global.
Reputasi
kampus dibangun dari kepercayaan publik dan rekam jejaknya, termasuk
kontribusinya dalam penelitian dan publikasi ilmiah. Jurnal yang terakreditasi
menunjukkan ekosistem kampus yang baik dan bereputasi. Demikian halnya masjid
kampus yang baik terawat akan menyokong ‘wajah’ reputasi kampus di mata publik.
Pada gilirannya keduanya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada kampus itu sendiri.
[*]