LTMNU(27/5)- Lembaga Takmir Masjid (LTM) PCNU Kebumen mencoba
mendata jumlah hewan qurban yang disembelih di masjid/mushola warga nahdliyin
di wilayah Kabupaten Kebumen. Pendataan dilakukan Rabu-Kamis (26-27/5/2026)
secara online. Isian singkat memuat jumlah hewan qurban dan jumlah penerima
manfaat di lokasi masing-masing.
Meskipun pendataan belum maksimal, langkah perdana LTMNU ini sudah membuahkan hasil yang sangat menggembirakan.
Meskipun pendataan belum maksimal, langkah perdana LTMNU ini sudah membuahkan hasil yang sangat menggembirakan.
“Yang mengisi masih sangat sedikit. Ini baru 120an masjid/mushola, dari sekitar 6000 masjid mushola. Namun, hingga sore sudah tercatat 161 sapi, 846 kambing dan domba, dengan jumlah penerima manfaat (mustahiq) 36.909 KK. Ada beberapa masjid yang menyembelih 4-6 sapi. Ada juga yang menyembelih puluhan kambing di satu lokasi masjid/mushola”, jelas Agus Salim Chamidi Ketua LTM PCNU Kebumen.
“Jika satu sapi menghasilkan 150 kilogram daging, dan kambing/domba
25 kilo, insyaalloh tiap KK akan menerima sekitar ½-1 kilo daging. Ini tentunya
sangat membantu peningkatan gizi masyarakat Kebumen. Ini wujud dimensi sosial
dari ajaran Islam”, imbuhnya.
Menurut data Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen, terdapat sekitar 3.400 sapi dan 11.000 kambing/domba pada Idul Adha 1446H/2025M. Sementara jumlah Kepala Keluarga (KK) lebih dari 486.000 lebih. Jumlah hewan qurban 2026 nampaknya tidak bergeser jauh dari data 2025 di atas.
Yang patut menjadi catatan penting, bahwa dengan penyelenggaraan
qurban, Idul Adha sangat berperan dalam perbaikan gizi masyarakat. Idul Adha
menjadi instrumen pemerataan akses protein hewani berkualitas tinggi, terutama
bagi kelompok masyarakat rentan dan kurang mampu, sehingga berkontribusi
langsung pada pencegahan stunting.
Idul Adha dan ibadah qurban berperan penting dalam meruntuhkan sekat-sekat sosial serta mempererat tali persaudaraan antarumat manusia melalui aksi nyata berbagi sesama. Ketika daging hewan qurban didistribusikan secara adil tanpa memandang status sosial, momen ini menjadi jembatan yang dapat menghubungkan kelompok berkecukupan dengan kelompok yang membutuhkan (mustahiq).
Aktivitas gotong royong, mulai dari proses penyembelihan, pengulitan,
hingga pembagian daging, menciptakan ruang interaksi yang hangat dan memperkuat
rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Secara ekonomi dan kesejahteraan, ibadah
qurban berfungsi sebagai instrumen redistribusi kekayaan yang efektif guna
menekan kesenjangan sosial secara temporer. Pembagian daging qurban memberikan
akses pemenuhan gizi protein hewani berkualitas tinggi bagi keluarga
prasejahtera yang jarang menikmatinya di hari biasa.
Selain meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat, perputaran ekonomi selama musim qurban juga memberdayakan para peternak lokal dan pedagang kecil, sehingga menciptakan dampak kesejahteraan yang meluas dan berkeadilan. Ini wujud dimensi ekonomi dari ajaran Islam.
Selamat hari raya Idul Adha, selamat berqurban, semoga Allah Ta’ala senantiasa melimpahkan rizki dan keberkahan untuk kita semua.(*)

