LTMNU(24/8)- Bertempat di kompleks Masjid Agung Payaman Magelang, Rois Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh serahkan prasasti kategori masjid bersejarah untuk Masjid Agung Payaman Secang Magelang. Penyerahan diterima KH Asyhari Al-Hafidz Ketua Takmir Masjid Agung Payaman, Ahad siang (24/8). Prasasti ditandatangani Rois Aam Syuriyah PBNU KH Miftachul Akhyar. Acara berlangsung lancar lagi khidmat.
Hadir jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Magelang beserta jajaran badan otonom (banom) dan lembaga, jajaran pengurus LTM PWNU Jawa Tengah, dan jajaran pengurus Takmir Masjid Agung Payaman beserta jamaahnya. Hadir pula para pejabat serta undangan pengurus LTM PCNU se-Jawa Tengah. Diantaranya dari LTM PCNU Salatiga, Purworejo, Kebumen, Kota Magelang, Grobogan. Sekitar seribu orang memadati kompleks masjid bersejarah ini.
Dalam sambutan arahannya, KH Ubaidillah Shodaqoh mengingatkan pentingnya peran masjid dan mushola. Indonesia memiliki 800 ribu lebih masjid dan terbanyak di dunia Menurut beliau, seharusnya orang Indonesia lebih taat, tidak ada korupsi, dan masyarakatnya makmur. Di Jawa Tengah sendiri terdapat sekitar 52 ribu masjid. Pada umumnya masjid mushola NU diurus hanya sebatas untuk sholat, wiridan, dan masih kurang menggarap bidang dakwah bi-hal, bil-mal, dan bil-harakah. Oleh karenanya Rois Syuriyah PWNU Jateng mengajak agar pengelolaan masjid mushola NU lebih baik kedepan.
Sebelumnya Rois Syuriyah PWNU Jateng beserta tamu undangan melakukan ziarah ke makam KH Sirodj Payaman. Lokasinya berada di belakang kompleks masjid. Kemudian dilanjutkan peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren duriyah KH Sirodj.
Lembaga Takmir Masjid (LTM) PWNU Jateng tengah getol memperbanyak jumlah masjid bersejarah milik NU. Sejumlah kabupaten/kota sudah menyelenggarakan prosesi prasasti masjid bersejarah NU. Di antaranya Demak, Rembang dan Grobogan. Adapun pengajuan masjid bersejarah NU ditujukan kepada PWNU Jateng melalui LTM PWNU. Kriteria pengajuannya adalah (1)masjid yang diajukan minimal 50 tahun masa pendiriannya, (2)ada dokumen sejarah berdirinya, (3)profil pendiri dan peran pendiri dalam penyebaran Islam Aswaja NU, termasuk peran dalam kemerdekaan Indonesia, (4)ada bukti-bukti peninggalan sejarahnya, (5)status waqaf dan kesediaan untuk dilabelisasi NU, (6)masjid tidak dalam sengketa, dan (7)PCNU setempat mendukung dan tidak memasalahkan.(*)