Ticker

6/recent/ticker-posts

Kyai Maruf, Gus Iwan, dan Kekayaan Negara


Prof Dr KH Ma'ruf Amin (dok.)



Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin mengajak ulama NU turut serta menjaga kekayaan negara agar tidak hanya dikuasai kelompok. Kepentingan masyarakat harus didahulukan berupa kesejahteraan.


“Kekayaan negara jangan sampai dikuasai kelompok tertentu saja. Harus berguna mensejahterakan bangsa ini,” ungkapnya saat sambutan Halaqoh Kebangsaan bersama PWNU Jateng di PO Hotel Semarang, Rabu (19/06) siang.

KH Ma’ruf Amin menuturkan dirinya akan berusaha memberdayakan masyarakat. Ia sadar betul keadaan ekonomi umat perlu dibangkitkan.
Salah satunya program santri 'Gus Iwan' akan menyasar pada pesantren. Harapannya bisa mengembangkan kemampuan lulusan pesantren.

“Nama program GUS IWAN (Bagus Pinter Ngaji dan Usahawan),” sebutnya dan  disambut tepuk tangan hadirin.

"Kesinambungan ulama dan umaro dalam membangun kesejahteraan ekonomi umat. Utamanya persoalan ketimpangan sosial. Ulama dan umaro harus berkolaborasi dan bersinergi guna menghilangkan ketimpangan yang semakin nyata,” katanya.

Halaqoh Kebangsaan dan Halal Bi halal  dihadiri oleh, Rois Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh, Wakil Sekretaris PWMU Wahyudi, Ketua PP Aswaja Center KH Misbahul Munir MA, Kapolda Jateng Irjen Pol Dr Ryzko Amelda, Jubir BIN  Dr Wawan Purwanto, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Ketua MUI KH Ahmad Darodji, Ketua FKUB Jawa Tengah Taslim Sahlan, PP Futuhiyyah Mranggen KH Hanif Muslih, Pengasuh Ponpes Girikusumo KH Munif Zuhri. (kk.o1.cp)
Sumber (NU Jateng)