Ticker

6/recent/ticker-posts

Hangat Rembug Peresmian Masjid Bersejarah di Kompleks Pondok Jigang


LTMNU(22/4)- Berlangsung di ndalem kediaman K Agus Abdul Haq, panitia bersama selenggarakan rembug persiapan akhir acara Peresmian Masjid Bersejarah Masjid Su'ada Desa Bandung Kebumen, Rabu malam (22/4/2026). Hadir K Agus Abdul Haq, H Agus Salim Chamidi MPdI dan K Nasichin SM dari LTM PCNU Kebumen, K Amin Rosyid dari MWCNU Kebumen, K Ujang Subhan Ketua LTM MWCNU Kebumen, K Syarif Ketua Ranting NU Bandung, K Adi Susanto dari Takmir Masjid Su'ada beserta sejumlah pengurus takmir. Rembug-rembug berlangsung serius namun tetap santai dan gayeng.

Acara peresmian dan penyerahan prasasti Masjid Su'ada sebagai Masjid Bersejarah akan diselenggarakan pada Ahad pagi 26 April 2026, di Kompleks Masjid Su'ada dan Ponpes Nurul Hidayah Desa Bandung Kebumen. Selain jajaran pengurus Lembaga Takmir Masjid (LTM) PWNU Jateng, rencana hadir Rois Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh. Kyai Ubaid - demikian panggilan akrabnya - rencana akan rawuh dan menandatangani langsung prasasti sekaligus memberikan taushiyah pembinaan. Direncanakan acara penyerahan prasasti sekaligus juga untuk Masjid Al-Istiqomah Petanahan.

Rencana akan hadir undangan dari kalangan PCNU Kebumen, pengurus MWCNU Kebumen, pengurus Ranting NU se-MWCNU Kebumen, dan sejumlah undangan. Termasuk para tokoh masyarakat Desa Bandung dan sekitarnya. Acara digelar di serambi Masjid Su'ada dan sekitarnya. Rencana juga hadir para pengurus LTM dari kabupaten/kota se-Kedu (Temanggung, Magelang, Wonosobo, Kota Magelang, Purworejo).

Acara peresmian mengangkat tema "Merawat Sejarah Meneguhkan Dakwah Memperkuat Ukhuwah". Secara historis keberadaan Masjid Su'ada tidak lepas dari sosok legendaris Syekh Maulana Muhamad Yusuf yang hidup sekitar abad 17 di Desa Bandung ini. Makam Syekh berada di Sigendung Bandung Bojongsari, sekitar satu kilometer dari lokasi Masjid Su'ada ke arah timur. Semangat perjuangan dan dakwah Syekh nampak hidup sampai sekarang ini, baik melalui jalur masjid dan pesantren, bahkan juga jalur ekonomi perdagangan. Masyarakat Bandung dan sekitarnya terkenal sebagai masyarakat yang handal berproduksi dan berdagang. Di antaranya produk peci hitam khas Indonesia. 



Ponpes Nurul Hidayah Bandung Kebumen sendiri dikenal sebagai pondok jigang, pondok ngaji karo dagang; pondok yang melestarikan pengajian kitab kuning dan juga menyelenggarakan aktivitas produksi dan perdagangan. Sejumlah produk dikeluarkan pesantren khas salafiyah ini, seperti peci dan tempe kedelai. Produksinya sudah merambah ke berbagai wilayah Kebumen, bahkan sampai luar Jawa. Ponpes ini merupakan perintis perdana penyelenggaraan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) di Kabupaten Kebumen. PDF Nurul Hidayah berdiri sejak 1992 yang diprakarsai oleh almarhum KH Kholawi (ayah K Agus Abdul Haq). Menurut catatan, KH Kholawi merupakan generasi ke-11 penerus dari perjuangan Syekh di Bandung Kebumen.

Rembug hangat jelang peresmian masjid bersejarah dipungkasi dengan doa yang dipimpin K Agus Abdul Haq.(*)